Selasa, 28 Januari 2014

CINTA YANG TELAH LAMA KUNANTI :)


Cinta Yang Telah Lama KUnanti



Karya : Wahyu Pangestu Gusti

Pada saat aku mulai memasuki Kelas 6 aku sudah mulai mengenal apa itu “CINTA”..Dan suatu hari pada saat SEKOLAH DASAR 2 BANJAR ANYAR melakukan kegiatan study tour aku diajak oleh ibuku yang sangat kebetulan adalah guru di sekolah itu. 1 Hari sebelum Study tour itu Dilaksanakan aku telah siap-siap membawa bekal yang bisa dibilang lebih dari cukup :v . Esok paginya saatnya aku bergegas menuju sebuah lapangan dimana tempat bus itu menunggu, akupun segera memasuki bus tersebut, dan kebetulan kursi telah ditempati semua  , terpaksa akupun duduk di bangku belakang dengan bau kamar mandi yang sangat menusuk hidung. (*skip*)

(*pantai*) Saat itu ada satu murid Cewek yang terlihat asik bermain di pantai, sampai-sampai dia tidak ingat bahwa arusnya sangat deras akhirnya sandalnya pun hanyut tidak jauh dari tepian pantai, Akupun tidak tega melihat ia menangis, Langsung saja aku mengambilkan sandal tersebut yang untungnya belum terbawa air yang sangat deras. Dia pun bilang terimakasih kepadaku , Aku hanya bisa mengangguk dan tersenyum saja karena tidak mengenalnya :D . DISITULAH aku wanita yang aku dambakan, yang tidak lain adalah teman dari pemilik sandal hanyut itu :v . Aku sangat tertarik padanya, akupun tidak berani untuk berkenalan dengannya karena pada saat itu masih belum tau apa-apa.

Hari demi hari aku lalui , aku pun mencari informasi tentang “dia” tapi tidak membuahkan hasil sama sekali, sampai-sampai akupun rela ikut ibuku ke SD2 tersebut pada saat Mendapat pelajaran tambahan atau (LES), dan pada akhirnya aku tau namanya yang sempat dikasih tau oleh teman dekatnya yang biasa dipanggil “Ayu”

Akupun mencoba mencarinya di Sosial Media dan akhirnya aku menemukan dirinya, dan segera aku add friend. Setelah sekian hari menunggu akupun membuka kembali akun-ku ternyata permintaan pertemananku telah di konfirm olehnya , akupun sangat gembira. Pada saat itu aku hanya bisa berkomunikasi dengannya melalui sosial media saja 3-| (haha maklum masih gak tau apa” :v)

Hari demi hari terus lanjut sama seperti matahari yang terus menerus berganti menjadi bulan.  Tak terasa akupun sudah Lulus SD dan aku segera mencari sekolah yang jenjangnya lebih tinggi yaitu SMP, pada saat itu aku sungguh cukup bingung ingin memasuki SMP1-SMP2-dan SMP3. Entah kenapa aku hanya mengincar 2 saja , yaitu SMP2 dan SMP3 , karena tau kelakuan anak SMP2 sangat nakal-nakal, akupun memutuskan untuk masuk di SMPN 3.

Pada awal hari masuk SMP3 aku tidak mengenal siapapun kecuali teman SD yang juga kebetulan 1 kelas denganku, inisial R. Lama kelamaan akupun juga cukup bosan jika tidak mengenal semua, Segera aku kenali satu-persatu sampai semua pun aku kenali.

(*skip kelas 1*) tak terasa akupun Naik ke kelas 2 , Disaat itulah aku mulai mengenal rasa SAYANG,rasa CINTA, dan sebagainya.
Tak kusangka :O...
wanita yang aku incar dari kelas 6 itu juga memasuki SMPN3 , ahay hatiku sangat gembira sekali, Untung saja aku tidak masuk ke SMP2 hahaha :D

Segera saja aku Mengenalinya lewat Extra PRAMUKA (modus). Semakin Hari akupun semakin tertarik dengannya, saat aku mendapat informasi bahwa dia telah punya pacar akupun sempat down dan tidak ada niatan lagi untuk mencarinya, tapi temanku berkata “ kalau kamu sayang dengan dia kejarlah dia hingga ke ujung dunia”
mendengar kata itu akupun bangkit dari kegelapanku dan mulai mengejarnya kembali.
setelah sekian lama, dia pun putus dengan pacarnya entah karena apa , aku juga tidak peduli..
disaat itu aku semangatku pun bangkit lagi, dan kukejar  dia kembali , karena akun facebookku diblokir dengan pacarnya akupun tidak bisa berkomunikasi dengannya kembali. (*sudah putus*)

(*kelas 3*)Dan aku pun kalah cepat dengan teman KELASKU sendiri, astagaa -__-
disaat itulah aku pun berusaha mencari cewek lain, akupun mendapatkannya tetapi itu tidak seperti yang aku harapkan! :3
kubiarkan dia menjalin hubungan bersama teman KELASku sendiri , pertama-tama mereka pacaran aku pasti ada rasa cemburu karena aku Manusia yang NORMAL , *hahaha*
Hari pun seiring berganti , tak terasa 6 bulan lebih dia menjalin hubungan dan akhirnya putus,
disaat itu aku masih belum bisa berkomunikasi dengannya, aku hanya fokus berkomunikasi bersama gebetanku,
tapi saat aku kesepian kenapa Ayu yang bisa mengerti keadaanku dan bisa menemaniku disaat sepi maupun ramai, disitulah aku makin tertarik dengannya , komunikasi itupun tidak berlangsung lama , akupun segera mengungkapkan perasaanku kepadanya, tak kuduga ternyata Dia menjawab “IYA”
pada saat itu jam 23.40 aku hanya bisa tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila, aku tidak menyangka, pikiran ku campur aduk :v
Dan Saat ini aku dan dia telah menjadi KITA , hari ku lalui bersamanya di lingkungan sekolah maupun lingkungan luar sekolah,.
Impianku semoga aku bisa selalu bersamanya *amin*



     

Minggu, 17 November 2013

Hanya Sebuah Kado Titipan Tuhan

Karya : Wahyu Pangestu Gusti, Fithry Mila Sary, Dkk 

Pagi seperti biasanya, Putri langkahkan kaki menelusuri lorong lorong koridor sekolah menapaki jejak menuju kelas. Saat itu hanya ada beberapa siswa yang hilir mudik berjalan santai menuju kelas masing masing. Terik matahari yang mulai meninggi. Namun, pagi itu tampak sepi. Langkah Putri yang perlahan berjalan santai agak lambat seakan akan tak berpijak lagi pada sang bumi. Tibalah Putri dikelas hanya seorang diri lalu segera duduk dikursinya yang berada di pojok belakang. Matanya agak terlihat sembab, sipit seperti anak cina. Tanpa kata hanya diam dalam berjuta bahasa. Namun matanya yang berbicara dengan apa yang telah terjadi, matanya sekali lagi menerawang waktu itu, sebelum terjadi sesuatu yang membuatnya jadi seperti ini, seperti kehilangan arah untuk hidup, seakan bila awan mendung yang berada di langit yang memuntahkan air matanya tak lagi menghadirkan cahaya cerahnya mentari, bahkan di saat air mata langit mulai mereda menetespun tak akan bisa ditemui lagi pelangi, serta waktu pun mungkin tak terasa berjalan lagi, dan satu hal yang ingin Putri inginkan hanyalah ingin pergi bersamanya... menyusulnya.... “ huft “ hela nafas Putri. 
Masih jelas memori ingatan seperti apa masa masa indah bersamanya, semua tampak begitu indah, keceriaan yang menghiasi kebersamaan mereka, dan apabila ada duka yang menghampiri tetap akan hadir keceriaan lagi. Putra, satu nama yang telah beberapa tahun belakangan ini mengisi hari hari yang Putri lalui. Tapi seketika ibarat pelangi tertutup kabut awan kelabu tanpa pernah lagi warna warna itu muncul, semenjak bermula satu minggu lalu dimana hari itu telah terjadi sesuatu pada Putra kekasihnya, Putra mengalami sebuah kecelakaan tertabrak bus yang sedang melintasi jalan yang mengakibatkan seketika itu juga menghembuskan nafas terakhir, pergi berada kealam yang berbeda. Putra telah pergi untuk selamanya tanpa pernah ada kesempatan untuk kembali.
 
Tanpa Putri sadari, dua sosok cowok sedari tadi telah memperhatikan Putri, salah satu dari mereka menghampiri Putri sementara yang satunya masih tetap berdiri memantau dari kejauhan.
“ hai ! “ sapa cowok misterius menghampiri Putri.

Tersentak dari lamunan, Putri menatap asal suara dan tanpa di sadari, satu sosok cowok telah berada duduk disampingnya.
“ kamu siapa ? “ mulai berbicara , Tanya Putri yang agak terkejut akan kehadiran cowok itu.
Sambil tersenyum cowok itupun menjawab. “ aku Ricky, kamu tentu sangat mengenalku Putri. “

Tersentak dari satu sosok yang berada di sebelahnya itu, Putri berusaha mengingat “ siapa dia ? mengapa bisa mengenal ku ? “ Tanya Putri pada dirinya. “ ah entahlah ! “ Putri pun membuyarkan fikirannya seakan ingatannya buntu untuk mengingat ingat apapun yang ada.
“ aku mengerti perasaan mu, kehilangan itu satu hal yang menyedihkan. “ ucapnya lembut

Putri merasa heran dengan sosok cowok tersebut. Seakan cowok itu tahu semua tentang Putri. “ Tapi siapa ? “ satu tanda Tanya yang muncul di dalam benak Putri.
“ apa yang harus kamu mengerti tentang aku ? diri ku dan keadaan ku ? “ ucap Putri agak sinis.
“ karena aku sama seperti mu Putri. Aku pun kehilangan ! “ raut wajah Ricky berubah muram, Ricky menunduk, Ricky pun mulai bercerita lagi. Sontak membuat Putri menjadi merasa bersalah atas ucapan yang baru saja Putri lontarkan.
“ aku juga seperti mu Put, aku juga turut merasakan apa yang Ia rasakan, kehilangan..... ! aku tak bisa mengelak kenyataan. takdir memang terkadang tak seirama dengan apa yang kita inginkan. Aku tak bermaksud meninggalkannya. Andai dia tahu, aku tak sanggup melihat Ia menangis. Ingin aku memeluknya, menenangkannya, menghapus kesedihannya dan satu hal yang aku ingin lakukan. Aku ingin membuat Ia tersenyum. Tapi, hal itu tak bisa tuk aku lakukan untuknya. Sikapnya seperti kamu saat ini Put, Membuat aku tidak tenang meninggalkannya pergi jauh ! “ ucap Ricky bercerita menerawang lurus kedepan.
“ kenapa kau harus meninggalkannya, jika kau tak ingin melihat kesedihannya ?. “ Tanya Putri merasa heran.
“ Put, kau tentu akan mengerti dengan sendirinya maksud dari kata yang baru saja aku lontarkan. “ nada Ricky yang misterius.

Tampak dari kejauhan satu sosok cowok yang melihat Putri dan Ricky. Ia ingin rasanya pergi mendekat menghampiri lalu memeluk Putri, ada rasa kesedihan yang memilukan melihat Putri yang seperti itu. Namun dari luar muncul dua cewek masuk kekelas yang sedang tengah berbincang bincang satu sama lain. Melihat Putri yang sedang duduk, mereka pun menghampiri.
“ Putri ! “ sapa Sesil lalu mendekat menghampiri Putri. Sontak Putri pun tersentak dan memandang mereka.
“ kamu yang sabar ya, gak terasa sudah satu minggu kamu baru masuk ke sekolah. Kami kangen sama kamu, tau...!. “ ucap Nindi agak centil mencoba menghibur Putri sambil memeluk sahabatnya itu.
“ gak ada yang kan abadi Put ! meski dia telah tiada, percayalah ! dia pasti gak akan inginkan orang yang Ia tinggalkan seperti kamu ini Put, murung gak habis habisnya ! masih ada warna lain dari cinta yaitu kita sahabat kamu. “ Ucap Sesil secara hati hati berusaha menghibur.
“ iya Sob, mungkin aku hanya belum terbiasa dengan keadaan seperti ini. “ ucap Putri menenangkan diri.

Teringat Putri akan sosok Ricky. Putri menelusuri sudut pandangnya kesegala arah. Tampak bingung raut wajahnya mencari cari satu sosok yang beberapa waktu lalu menemani Putri dan secepat kilat tanpa disadari dengan waktu yang bersamaan datangnya Sesil dan Nindi masuk kekelas menghampiri Putri. Sosok Ricky telah raib, ditelan bumi hilang entah kemana. Meninggalkan tanda Tanya yang menggantung.
“ ada apa Put ? apa yang sedang kamu cari ? “ Tanya Sesil agak heran.
“ aku mencari Ricky, Sil ! tadi sebelum kalian berada di sini, dia ada. Kalian ada gak ngeliat dia pergi ? “ Tanya Putri.
“ Ricky ? siapa dia ? kita hanya bertiga dikelas ini, gak ada yang lain. “ jawab Sesil.
“ ye…….. kamu ini Put, ngelawak ya ? gak lucu deh,,,,, masih pagi tau ! “ celoteh Nindi.

Putri tak menghiraukan ocehan Nindi, Putri malah merasa bingung, heran dan terus berusaha mencari sosok Ricky yang misterius. Datang secara tiba tiba dan pergi tanpa di duga. Putri melangkahkan kaki keluar teras kelas dari kejauhan Putri melihat Ricky dan satu sosok cowok, mereka menoleh kearah Putri dengan memandang tanpa ekspresi. Tak ada tawa maupun air mata. Tatapan yang tak bisa dijelaskan. Perlahan sosok mereka pergi semakin menjauh menghilang di lorong lorong kelas.
“ hei ! “ sapa Nindi mengejutkan.
“ oh ya, kenapa ? “ Putri terkejut.
“ masuk yuk, ada sesuatu yang pengen aku sampein nih... “ menarik Putri yang di teras luar menuju kedalam kelas.
“ Put. “ dengan hati hati kini Nindi berkata. “ dua hari yang lalu, teman yang di bonceng oleh Putra meninggal setelah koma beberapa hari di rumah sakit akibat kecelakaan itu. “
“ apa ? “

Putri tak mengetahui tentang hal itu, yang Ia tahu hanyalah kekasihnya. Putri shock pada berita meninggalnya kekasihnya. Semenjak saat itu tak ada lagi yang Putri tahu, Putri hanya mengurung dirinya di kamar tanpa mengetahui lagi tentang dunia luar. Baru seminggu setelah kejadiaan itu Putri pun berhenti menyendiri dan hingga tiba saat ini baru Putri melangkahkan kaki kesekolah.
“ temannya itu sama seperti kamu Put, Ia punya kekasih. Dan seperti sama yang kamu rasa. “ sambung Nindi bercerita lagi.
“ aku gak tau tentang temannya itu Nindi, siapa namanya ? “ tanya Putri masih dalam berduka
“ seingat aku kiki gitu deh namanya… aku juga kurang tahu banyak sih, tapi ets….. tunggu bentar ! “ Nindi mengeluarkan hanphone dari saku bajunya lalu mengotak atik dan memperlihatkan sebuah foto dan menunjuk salah satu dari mereka yang ada didalam foto itu. “ ini dia “ telunjuk tangan Nindi menunjuk satu sosok yang ada didalam foto tersebut.
Oo..o…,, Putri sontak lagi lagi terkejut, hari yang aneh penuh dengan kejadian yang membingungkan dengan misteri teka teki penuh tanda Tanya. Foto yang di tunjuk oleh Nindi tak lain ialah Ricky yang baru beberapa waktu lalu hadir disini menemui Putri. Sosok yang misterius meninggalkan tanda Tanya di kepala Putri kini sudah terjawab siapa dia. Putri hanya menahan air mata yang seakan memang telah habis terkuras kering tak berair. Terang saja, hal ini yang membuat matanya sembab. Keadaan hening walau secara normal suasana saat itu telah riuh. Tanpa di sadari bel pun telah berbunyi menandakan jam pelajaran pertma akan segera di mulai.
*****

“ aku juga seperti mu Put, aku juga turut merasakan apa yang Ia rasakan, kehilangan..... ! aku tak bisa mengelak kenyataan. takdir memang terkadang tak seirama dengan apa yang kita inginkan. Aku tak bermaksud meninggalkannya. Andai dia tahu, aku tak sanggup melihat Ia menangis. Ingin aku memeluknya, menenangkannya, menghapus kesedihannya dan satu hal yang aku ingin lakukan. Aku ingin membuat Ia tersenyum. Tapi, hal itu tak bisa tuk aku lakukan untuknya. Sikapnya seperti kamu saat ini Put. Membuat aku tidak tenang meninggalkannya pergi jauh ! “
Ucapan Ricky yang pagi tadi masih terngiang di telinga Putri. Entah mengapa, seakan kata kata itu menyiratkan punya pesan tersendiri untuk Putri. Putri melihat bintang dari jendela kamarnya menyendiri terus memandangi langit. “ engkau pasti berada di antara bintang itu, Putra. “ ucap Putri. Tatapan yang merasakan kesepian. Rasa kehilangan itu sampai detik ini pun masih terasa. Baru saja Putri bersama sama tertawa namun karena waktu, kini Putra pun telah tiada.
Malam pun semakin larut. Jam dinding telah menunjukkan pukul dua dini hari. Namun rasa kantuk belum juga menyerang mata Putri. Putri masih menatap langit dengan tatapan hampa terpaku menerawang dimensi lalu saat saat indah bersama Putra sang kekasihnya. Hingga Putri pun mulai lelah, beranjak menutup jendula. Putri pun merebahkan badannya di kasur dan mulai berkelana kealam bawah sadarnya.

Saat itu di mimpinya, Putri tengah berada di taman yang indah, tampak sebuah telaga dan ada sebuah kursi kecil di tepi telaga, tampak satu sosok cowok yang tak asing lagi bagi Putri. Putri sangat mengenalnya. Ya, itu adalah Putra kekasihnya. Putri pun berlari menghampiri Putra yang menyambut kedatangan Putri dengan sunyuman. “Sayang.... aku merindukan mu, aku kesepian tanpa kehadiran mu.” Sapa manja Putri sambil memeluk Putra.
“ sayang, aku juga merindukan mu.” Membalas pelukan Putri.
“ sayang, aku tak ingin melihat kau larut dalam kesedihan, maukah kau berjanji satu hal untuk aku ? Tanya Putra.
“ apa itu ? “
“ aku ingin kau selalu tersenyum meski tanpa ada aku menemani mu di samping mu sayang ? berjanjilah pada ku jika kau memang mencintai ku. “ ucap lembut Putra.
“ aku tak bisa Putra, aku tak bisa !. “ air mata Putri perlahan mulai menetes.
“ kamu pasti bisa ! mengertilah tentang hidup. Sadari keadaan ! apa yang ada di dalam hidup ini hanyalah sebuah titipan, tanpa kita sadari, Tuhan bisa saja mengambilnya. “ kata Putra lembut menjelaskan.
“ apa ini memang harus aku lakukan Putra ? “
“ iya sayang, tersenyumlah. Aku akan tenang berada diatas sana. Percayalah, aku selalu mengingatmu. Aku akan merasa sedih jika kau selalu menangis karena kepergian ku. Aku ingin kamu bisa jadi sosok yang tegar meski tanpa aku. Memang aku tak inginkan adanya perpisahan di antara kita. Namun, waktulah yang telah memanggil ku sayang…”

Dengan berat hati “ Putra, aku akan mencoba ! .” ucap Putri sambil berusaha menampakkan senyumannya.
“ aku ingin hati mu rela agar aku bisa tenang sayang. “ kata Putra.

Dari telaga itu, berlabuh sebuah kapal besar entah berasal dari mana. Tampak di atas kapal terlihat Ricky yang melambaikan tangan kearah Putri dan Putra.
“ sayang aku akan pergi, waktu ku telah menjemput ! ingat pesan ku.”
“ aku ingin ikut bersamamu Putra. Jangan tinggalkan aku,..” rengek Putri.
“ jangan sekarang sayang, percaya yakinkan aku di sana akan selalu menunggu mu.” Putra kecup kening Putri sebelum beranjak melangkah kan kaki kekapal.
“ sayang, biarkan aku tenang diatas sana tanpa kau usik dengan kesedihan mu karena aku. “ ucap Putra terakhir kalinya.
Kapalpun perlahan menjauh membawa Putra dan Ricky pergi, ada rasa enggan di hati namun Putra tak bisa berbuat apa apa terhadap keadaan. Ada tampak kesedihan diraut wajah putra. Sementara itu Putri dari pinggir telaga terus menerus memanggil manggil Putra “ jangan tinggalkan aku Putra…… jangan ……….! “ terus saja berteriak hingga Putri pun tersadar terbangun dari mimpinya itu. Tampak sepucuk surat telah tergeletak berada di sampingnya. Surat yang entah dari mana, Putri pun membuka untuk segera membacanya.
*****

Putri,,,,,
Terus tampakan selalu senyum mu untuk ku………
Ku tak kan ingin air mata mu menetes memancarkan kesedihan karena diri ku…..
Aku memang bukan jodoh mu di dunia ini,
yakinkanlah ada sesuatuu yang lebih indah dari aku di depan sana menunggu untuk mu……..
Aku mungkin bisa pergi meninggalkan mu……
Tapi tidak cinta ku….
Cinta ini akan tetap ada menanti mu di alam sana…..

Beberapa hari kemudian, Putri tak menampakkan raut wajah yang kusut seperti kaset kusut, murung tak menentu. Karena satu janji untuk mengenang cintanya. Tak ingin menampakan kesedihan itu lagi untuk Putra. Biarkan cerita ini mengendap dalam sebuah memori ingatan yang takkan terlupa menjadi sejarah kenangan indah bahwa dalam hidup Putri pernah ada Putra. “Senyum ini selalu ku persembahkan untuk mu… abdi ku yang terakhir atas cinta kita. Aku ingin kau tenang berada di alam sana.”ucap dalam hatinya tulus. Sambil menatap langit dan tersenyum Putri pun berkata lagi“ Putra, kau kado terindah yang pernah di titipkan Tuhan untuk ku” dari kejauhan di atas sana Putra membalas senyuman Putri.

BELONG TO ME, FOREVER


Amanda Ravelin adalah gadis cantik yang tidak pernah berhubungan dengan pria dan tak pernah berfikir untuk dekat dengan pria. Impiannya hanyalah bisa menyelesaikan kuliah dan fokus pada pekerjaannya sebagai Konsultan kecantikan di salah satu salon ternama.

Sampai lelaki yang bernama Ryan itu datang. Dengan ketampanan sempurna yang memikat dan mata coklat susu yang memerangkap. Membuat Amanda sulit untuk menolak. Tapi Amanda tetap berusaha untuk menolak pesona Ryan. Sampai kejadian yang hampir membunuhnya itu terjadi dan membuatnya tak bisa mundur. Hanya ada dua pilihan untuknya. Menjadi milik Ryan seutuhnya atau mati.

Ryan Anthony datang dari dunia yang berbeda. Dia datang untuk mencari takdirnya. Takdir yang akan menjadi miliknya adalah gadis bernama Amanda. Ryan berusaha untuk mengejar, memaksa dan memenjarakan Amanda disisinya dengan pesonanya sendiri.  Dan saat Amanda menyerahkan diri padanya, Ryan tak akan pernah melepaskannya lagi.


Novel ini tentang kisah cinta gadis cantik yatim piatu bernama Amanda yang cuma satu teman dekat bernama Ratih. Amanda pernah hidup di panti asuhan selama 13 tahun. Setelah Amanda beranjak dewasa, ia pergi meninggalkan panti asuhan itu bersama Ratih untuk memulai hidup baru mereka. mereka berusaha bersama untuk saling membantu. akhirnya Amanda dengan kecantikannya mendapatkan pekerjaan sebagai konsultan kecantikan dan bisa melanjutkan kuliah. bahkan ia bisa menyewa apartemen sederhana bersama Ratih.

sampai akhirnya Amanda bertemu dengan Ryan. lelaki berwajah sempurna dengan mata coklat susu yang memerangkap. Ryan datang menemui Amanda untuk mengejarnya. mengajaknya berkencan tetapi walaupun Amanda terpesona oleh Ryan, Amanda tetap menjaga jarak. karna Amanda tak pernah sekalipun dekat dengan pria.

Ryan tak mundur begitu saja. Amanda adalah takdirnya. sampai suatu saat Amanda hampir diculik dan hampir diperkosa, Ryan datang menolongnya. dan setelah itu Amanda melunakkan perasaannya pada Ryan. disamping untuk berterima kasih, Ryan juga membuat Amanda penasaran.

Suatu hari, Amanda dikejutkan oleh Ratih yang jatuh pingsan. dan Ryanpun kembali menolongnya. Ryan memaksa Amanda untuk tinggal dirumahnya. menceritakan yang siapa dirinya kepada Amanda dan apa yang dia mau dari Amanda.

Ryan ingin Amanda menjadi miliknya dan menceritakan konsekuensi bila Amanda menolaknya. Amanda tidak bisa mundur. dan dengan terpaksa menyerahkan dirinya pada Ryan. menjadi milik lelaki itu seutuhnya.
Profil Penulis :
Twitter : @Wahyupangestu_
Fb        : Wahyu Pangestu
Email   : wahyu_pangestu08@yahoo.co.id

Kamis, 06 Juni 2013

Karya : Wahyu Pangestu Dan Kawan-Kawan

CERPEN CINTA - Kisah kasih di sekolah

Senin Pagi, matahari rendah memantulkan uap yang terjebak dilindungi dedaunan. Hari yang indah dimana hari ini adalah hari pertama siswa – siswi SMA Pertama masuk sekolah setelah menikmati liburan semester. Kasih, seorang siswa cerdas bersiap-siap untuk mengikuti upacara dilapangan sekolahnya. Dengan langkah yang terlalu percaya diri Ia menuruni anak tangga satu demi satu sampai akhirnyaaaa….Ooppss! Kasih terpeleset. Untung sajaada seorang siswa baru bernama Doni yang menolongnya.
“ehmmm..terima kasih ya,” kata Kasih yang wajahnya mulai memerah.
“Oke deh, tapi lain kali kalo jalan hati-hati ya,” kata Doni sambil tersenyum seraya meninggalkan Kasih yang masih terpesona oleh sikapnya.
Tak lama kemudian, upacara pun dimulai. Semua murid mengikuti upacara dengan hikmat dari awal hingga akhirnya. Ditengah Upacara tersebut sang kepala sekolah mengumumkan siswa –siswi yang berprestasi, lagi – lagi nama Kasih terpanggil sebagai juara umum. Sementara itu, Kasih sama sekali tidak sadar bahwa dirinya disebutkan sebagai juara umum,matanya terlalu sibuk mencari sesosok pahlawan yang telah menolongnya ditangga tadi. Sampai akhirnya Rian teman sekelas sekaligus sahabatnya berteriak tepat di depan telinga Kasih.
“Kasiiihhhhh….!” Kata Rian
“apasih yan? Ini tuh lagi upacara, jangan berisik dong!”  sergah Kasih
“Kasih, nama kamu dipanggil kepala sekolah tuh, kamu disuruh kedepan sekarang. Oh iya,  selamat ya jadi juara umum lagi.” Kata Rian agak kesal
“Hah??? Kamu serius?? Beneran kan?” Kata Kasih penasaran
“Iyaa, mana mungkin aku bohong.” Seru Rian
“Yaudah deh, aku kedepan dulu ya. Makasih ya rian .” Kata Kasih dengan wajah gelisah seraya maju kedepan untuk menerima hadiah.
“Hah? Pinter – pinter kok tulalit.” Kata Rian
Bel sekolah pun berbunyi menandakan waktu istirahat yang telah tiba. Namun Kasih masih berdiam dikelas melihat teman – teman barunya. Tanpa disengaja sorot matanya menuju tempat duduk yang berada dipojok kelas. Kasih sangat terkejut melihatnya, Ia tak menyangka bahwa dirinya satu kelas dengan anak baru yang menyelamatkannya itu.Kasihpun dengan segera menghampiri Doni.
“Haii!” Sapa Kasih
“Eh, Kasih,” kata Doni
“Kok kamu tau nama aku sih?”
“Tadi kan nama kamu dipanggil kepala sekolah karena menjadi juara umum disekolah kan?”Kata Doni
“Iya, emang kenapa?” Tanya Kasih
“Wah hebat ya, Aku nggak nyangka sama sekali bisa sekelas sama orang pinter kayak kamu. Oh iya, kenalin nama aku Doni anak baru disekolah ini.”  Puji Doni
“Oh..Doni. Aku kira Justin Bieber. Abisnya mirip sih, haha.” Tanya Kasih bergairah
“Ah, kamu ada-ada aja. Ehmm..kamu nggak ke kantin? Tanya Doni
“Lah kamu sendiri?”
“Aku kan anak baru belum terlalu hapal dengan tempat-tempat disekolah ini. Nanti kalo aku ke kantin terus aku lupa jalan kekelas gimana?” kata Doni
“kamu itu kayak anak kecil ya. Nggak akan kesasar kok, kan ke kantinnya sama aku, yukkk!” ajak Kasih
“Hah? Serius? Yaudah deh yuuk!” Kata Doni yang langsung berjalan menuju kantin bersama Kasih.
Hari Senin pun berlalu, hari selasa pun hadir mengiringi Kisah Kasih antara Doni dan Kasih disekolah. Pukul 06.10, Kasih sampai dikelas. Dengan sikap yang gelisah, ia pun langsung berlari menuju tempat duduk Doni dan segera minta maaf karena dirinya tak bisa membalas sms dari Doni karena pulsanya yang habis. Tanpa berfikir panjang, Doni pun langsung memaafkan Kasih. Namun yang paling mengejutkan bagi Kasih adalah Doni mengajaknya menonton film terbaru sepulang sekolah. Meskipun terkejut kasih menerima tawaran itu dengan senang hati.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.30, Kasih menunggu Doni yang sedang memesan tiket untuk menonton film. Tanpa disengaja, Kasih dan Doni bertemu dengan teman – teman sekelasnya yaitu Rian, Fitri, Maya dan Budi yang juga ingin menonton film.
“Kasih, Dani! Kalian berdua kok ada disini?” Tanya Fitri yang curiga
“Ini kan tempat umum, terserah kita dong.” Kata Kasih
“Hei, kita juga tahu ini tempat umum. Tapi ngapain kalian berduaan nggak ngajak kita? Wah, ada hubungan gelap nih?” kata Rian menggoda
“eh, kita sebarin yuk ke temen – temen yang lain kalo Kasih sama Doni ada hubungan gelap?” kata Maya
“Ih, hubungan gelap apaan sih? Ada – ada aja deh .” kata Kasih membantah
“Pokoknya Doni sama Kasih punya hubungan khusus. Aku akan tetap sebarin ke yang lain ah.” Kata Maya memaksa
“Sebarin apaan sih?” kata Doni ikut membantah
“kalo ngga mau kita sebarin, bayarin kita nonton dong don.” Kata Rian
“Iya, Bayarin! Bayarin! Bayarin!” kata Rian, Fitri, Maya dan Budi serempak.
“Ih, berisik! Iya, iya, kalian semua aku bayarin.” Kata Doni
“Horeeeee…” kata semuanya serempak
Akhirnya Kasih dan Doni pun gagal untuk nonton berdua. Dengan wajah yang agak murung, Kasihpun menerima semuanya dengan tangan terbuka.
Jam sudah menunjukkan pukul 13.30. Anak – anak SMA Pertama pun bergegas untuk pulang. Seperti biasa,  Kasih pulang bersama dengan Maya. Diperjalanan berdua saling berbincang – bincang.
“kas, Sebenernya kamu suka nggak sih sama Doni?” Tanya Maya Penasaran
“Apaan sih may?” kata Kasih
“Udahlah juju raja. Aku tuh udah tau dari sorot mata kamun kalo kamu lagi liat dia.” Ujar Maya
“Nah, itu udah tau!” kata Kasih
“Oo, jadi emang bener nih?” kata maya semskin penasaran
“he..he.. tapi Kamu jangan kasih tau siapa – siapa ya! Kecam Kasih
“iya, iya. Kamu tau nggak sih kalo Doni kan juga suka sama kamu!” Kata Maya berbohong
“Hah? Kamu serius?” Kata Kasih penasaran
Kejadian yang sama dialami oleh Doni.  Secara tiba – tiba Rian langsung menyambar Doni dari belakang. Tanpa rasa ragu, Rian pun menanyakan pertanyaan yang sama dengan pertanyaan Maya.
“Kamu suka sama Kasih ya? Jujur aja deh. Tenang aja aku nggak bakal bilangin deh.” Ujar Rian memaksa
“ehmm.. Gimana ya? Aku emang suka sih sama Kasih.” Kata Rian
“yaudah, kalo gitu langsung aja tembak si kasih. Lagipila kan kalo kalian jadian aku bisa dapet PJ.” Kata Rian

                “Apatuh PJ?” Tanya Doni
“Kamu norak ah, PJ aja nggak tau. Pj itu pajak jadian, jadi kalau kalian pacaran, kalian harus bayar pajak ke kita – kita. Ngerti?”Jelas Rian
“Mendingan nggak usah jadian deh.” Ujar Doni
“Eh, nggak boleh gitu dong. Cinta itu nggak boleh dipendam, nanti bikin penyakit tau! Lagipula Kasih juga suka kok sama kamu.” Kata Rian
Keesokan paginya, Doni langsung mengajak Kasih keluar kelas untuk membicarakan sesuatu.
“Kasih, emangnya kamu suka sama aku ya?” kata Doni
“hah? Kata siapa? Pasti si maya. Ehmm, Memangnya kamu juga suka sama aku ya?” Tanya Kasih
“Bukan kata maya kok. Tapi kamu tau dari Rian ya?” ujar Doni
“Jadi bener Don kamu suka sama aku?” Tanya  Kasih penasaran
“Ehmm.. iyasih ! tapi memangnya kamu suka sama aku juga?” Tanya Doni
Kasih pun menganggukan kepalanya.
“iya? Yang bener? Baguslah. Tapi nani kita bakalan kena PJ. Bangkrut deh aku.” Sambung Doni
Kasih dan Dani pun akhirnya hidup bahagia sebagai sepsang kekasih. Menskipun mereka merasa bangkrut karena harus mentraktir teman – temannya.

TAMAT..!

Cinta Sejati
Karya Wahyu Pangestu Gusti




Cinta sejati. Apakah kalian percaya akan itu? Akan "Cinta Sejati" yang konon katanya dimiliki oleh semua orang? Cinta yang katanya sangat indah dan menyenangkan? Mitos cinta sejati yang terus menerus melolong dihatiku.
***

Kupandangi bingkai biru di tepi tempat tidurku. Aku tersenyum menatap benda yang ada didalam bingkai itu.

Bukan sebuah foto ataupun lukisan. Hanya sebuah kertas lusuh. Kertas catatan PKN yang aku robek dari buku miliknya 2 tahun lalu saat perpisahan SMP. Dia sama sekali tidak tahu aku merobek buku catatanya. Bahkan, mungkin dia tidak mengenalku. Aku hanya satu dari ratusan penggemarnya di sekolah.


Dia bukan artis. Dia adalah siswa tampan dan cerdas di sekolahku. Dia kaya dan pintar dalam bidang olahraga. Sifatnya yang cuek justru menjadi daya tarik bagi para kaum hawa, termasuk aku. Tapi, bisa dibilang, aku tidak terlalu menunjukkan diri bahwa aku menyukainya. Terbukti. Aku tidak pernah menyapa ataupun menegurnya. Aku menyukainya lewat diam.

Bahkan, robekan catatan PKN itu aku ambil diam- diam untuk kenang- kenanganku karena aku tahu dia akan melanjutkan study ke L.A.

Aku kembali tersenyum manis saat melihat robekan catatan itu. Orang bilang, apapun itu, jika memang jodoh, maka dia akan kembali lagi dan lagi. Dan aku percaya dia akan kembali kulihat.

Aku mengeluarkan kertas itu dari bingkainya. Kupeluk- peluk dan kubelai. Ku ajak tertawa dan tersenyum.

Gila. Konyol memang. Setelah puas dengan kegiatanku itu, aku meletakkan kertas itu di atas meja belajarku. Dan...
Syuuuut...
Angin bertiup menerbangkan kertas kenangan itu keluar jendela dan jatuh dipekarangan. Dengan sigap aku keluar rumah dan mengejar kertas itu. Itu adalah satu- satunya milikku yang mampu membuatku mengingatnya.

Saat aku hampir mendapatkanya, angin kembali meniupnya menjauhiku. Argh! Angin ini! Batinku kesal.

Aku kembali mengejar kertas itu. Dan saat aku hampir mendapatkannya kembali...
"Argh!! Sial banget sih?! Malah keinjek lagi!" seruku kesal saat tahu kertas itu di injak seseorang. Orang itu mengambil kertas yang ada di injakannya itu. Aku masih menatap jalanan berdebu dengan kesal.
"Jadi, daritadi kamu ngejar kertas ini ya?" ucap orang itu. Suara bariton yang ku kenal. Ku tengadahkan kepalaku menatap wajah dari si pemilik suara.

DEG!!!
Di... Diakan? Diakan pemilik kertas itu sebenarnya? Vigo. Cowok tampan, keren dan pintar itu... Bagaimana bisa?
"Ma... af. Aku ngerobek kertas itu...."
"gapapa kok Dina. Beneran deh gapapa. Karena, aku juga udah foto kamu diam- diam waktu itu." akunya padaku. Dia... Tau namaku?
"foto?! Diem- diem?"
"Lebih baik, kita nostalgianya ditaman aja deh." ucapnya sambil menarik tanganku ke taman.
***

Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Fotoku ada dalam dompet Vigo?
"Aku dulu suka banget sama kamu Dina. Karena, kamu itu satu- satunya cewek yang gak pernah negur aku. Kamu cuek dan aku suka itu." ucapnya sambil tersenyum.
"Dulu, aku berharap bisa kenal dan pacaran sama kamu. Tapi, dekat kamu aja aku udah gemetaran, apalagi ngobrol sama kamu..." ucap Vigo lagi. Lalu dia menatap robekan kertas itu.
"Aku tau kok, kamu ngerobek kertas ini. Cuma aku pura- pura gatau aja. Aku seneng banget waktu kamu robek kertas ini. Karena itu artinya, kamu juga suka sama aku. Iyakan?" ucapnya yang membuatku tersipu malu.
"Ikh... Kok diem aja?" ujarnya sambil mencubit pipiku pelan.
"aku bingung mau ngomong apa..."
"Kamu percaya mitos True Love gak?"
"True Love? Emang ada?" tanyaku.
"mulanya, aku juga gak percaya. Tapi malem ini aku percaya. True Love aku udah aku temuin lagi. Aku suka kamu." ucapnya sambil natap bintang.
"udah jam 12 belom?" tanyanya.
"udah. Udah jam 12 tepat."
"Happy Birthday Dina :). Will you be My True Love?"

Apakah dia menyatakan perasaannya. Tanpa sadar, aku mengucapkan
"yes. I will."
***

Percaya atau tidak, itulah faktanya. Cinta Sejati akan datang. Sejauh dan sesulit apapun, Cinta Sejati akan mencari jalan lagi dan lagi untuk kita temukan. :)


PROFIL PENULIS
Nama: Wahyu Pangestu Gusti
Tempat lahir: Tabanan,Bali
Tanggal lahir: 08 Mei 1999
Add fb: Wahyu Pangestu
Follow twitter: @wahyupangestu_

Demikian Update Cerpen Romantis kali ini, semoga menginspirasi.